Untuk rekan-rekan yang ingin mempelajari lebih banyak strategi2 menghadapi
market saat strong bearish, beberapa waktu lalu, saya juga update ebook Saham yang saya isi dengan
strategi2 bagaimana cara menghadapi market Saham yang sedang strong bearish
dan strategi tradingnya.
Di pasar Saham kita tidak hanya menghadapi hal-hal yang bagus.
Ajakan-ajakan yang memberikan Anda iming2 "pasti untung di saham" tidak
seindah kenyataannya, karena kita pasti juga menghadapi market yang
bearish.
Jadi, Anda harus bisa menerapkan seni trading yang benar, supaya Anda bisa
mengambil keputusan yang baik dan memetik profit di saat IHSG sudah bullish
nantinya.
Harga Saham turun merupakan kesempatan dan peluang Anda untuk membeli
saham-saham di harga murah dan diskon. Pada saat Saham turun, Anda
bisa mendapatkan saham2 dengan jumlah lot lebih banyak dan menjualnya di
harga lebih tinggi. Ibarat Anda membeli barang dengan harga
diskon.
Namun bagaimana kalau penurunan harga Saham ini terjadi secara drastis? Dan
yang turun bukan hanya beberapa saham, tetapi IHSG anjlok, mayoritas Saham
jatuh. Intinya, IHSG mengalami kondisi STRONG BEARISH.
Apakah strategi tradingnya sama dengan ketika saham-saham sedang koreksi
normal biasa? Well, i don't think so. Berdasarkan pengalaman saya
pribadi, jika kita terburu membeli Saham saat IHSG strong bearish, maka
mayoritas Saham bakalan turun terus.
Jadi strategi trading kita saat IHSG koreksi biasa dengan IHSG strong
bearish tentu saja berbeda. Untuk kondisi IHSG turun tajam, ada baiknya Anda
pertimbangkan beberapa hal berikut:
1. Kurangi porsi trading
Saat pasar Saham strong bearish, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk
kurangi porsi trading. Semakin banyak Anda trading, maka risikonya semakin
besar.
Hal ini karena saham2 saat strong bearish masih berpotensi untuk turun
lebih banyak, walaupun kelihatannya saham-saham sudah banyak yang turun dan
terlihat murah. Porsi trading harus Anda kurangi dan jika Anda memutuskan
trading, tradinglah dengan modal kecil untuk meminimalkan
risiko.
2. Manfaatkan trading cepat & analisa momentum
Trading di saat IHSG strong bearish bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan
momentum rebound. Karena sebanyak apapun turunnya saham, tidak setiap hari
IHSG akan turun.
Ada saat-saat di mana IHSG mengalami rebound. Inilah yang bisa Anda
manfaatkan untuk trading. Dan di saat kondisi market belum mendukung
untuk trading, ada baiknya Anda memanfaaktna momen trading cepat / intraday
trading.
Hal ini karena dalam kondisi IHSG bearish, kenaikan Saham tidak bertahan
lama dan penurunan harga Saham akan lebih tajam dibandingkan technical
rebound, sehingga strategi buy and hold kurang tepat diterapkan dalam
kondisi market yang bearish.
Selain itu, untuk Anda yang punya tipikal trading menitan, Anda bisa
menerapkan strategi scalping trading saat market bearish.
Namun strategi scalping cukup berisiko, sehingga ada baiknya Anda
menggunakan modal kecil (maksimal 10% modal) dan disiplin dalam take
profit.
3. Wait and see
Jika IHSG sedang turun dan belum ada sinyal kenaikan saham-saham pilihan
anda, ada baiknya Anda wait and see dan tidak perlu memaksakan trading
saham.
Trading Saham tidak harus dilakukan setiap hari, setiap saat. Setiap market
buka, pasti ada kesempatan untum meraih profit. Anda tidak perlu menyesal
jika tidak trading di hari tersebut.
Mau donasi lewat mana?
Donate with Paypal
BANK BNI - An.mechanical engineering / Rek - 2345xxx
Gopay-
Gopay-
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas